
Sudah menjadi rahasia umum, umur bukan lah satu faktor utama untuk mengukur kedewasaan seseorang. Dari semua perasaan, yang satu ini memang paling langka di punyai oleh manusia. Bayangkan, belum genap umur pernikahan selama satu bulan, sudah bertengkar sampe pisah ranjang. Padahal di liat dari usia, mereka suda tergolong manusia matang. “Ga pa pa lah aku curhat, itung-itung pengalaman buat kamu ya tio”, yang wanita berkata.
Ada yang bilang di situ, ciri kedewasaan itu : Menghargai Orang Lain. Seorang pimpinan yang baik harus bekerja bersama dengan orang lain. Sabar. Pemimpin yang dewasa dapat belajar menerima kenyataan bahwa untuk beberapa permasalahan memang tidak ada penyelesaian atau pemecahan yang mudah. Penuh Daya Tahan. Semua mahluk hidup pasti pernah mengalami sakit, kesulitan dan kekecewaan. Sanggup Mengambil Keputusan. Orang yang dewasa, disamping kesabaran dan ketabahannya untuk mencari pemecahan masalah, juga harus mampu untuk mengambil suatu keputusan, walaupun hanya menggunakan data atau informasi yang sangat minim, kurang lengkap atau masih kabur. Menyenangi Pekerjaan. Seseorang yang memiliki emosi yang sehat atau memiliki kepribadian dewasa akan mengetahui bagaimana menikmati pekerjaannya. Menerima Tanggung Jawab. Orang yang tidak dewasa akan mengeluh dan menyesal tentang kegagalan yang mereka alami. Mereka akan merasa bahwa kegagalan yang mereka alami merupakan kesalahan orang lain dan nasib baik sedang menjauhi mereka. Percaya Pada Diri Sendiri. Seorang pimpinan yang dewasa akan menyambut baik partisipasi orang lain, walaupun menyangkut pengambilan keputusan yang sulit. Memiliki Rasa Humor. Tertawa adalah sehat. Orang yang dewasa atau matang setuju dengan ucapan itu. Memiliki Kepribadian yang Utuh. Orang yang dewasa, bukanlah orang yang membuang-buang dan menyia-nyiakan energinya dengan memakai dan menggerakkan seluruh energinya ke berbagai arah yang tidak menentu, bahkan sering bertentangan arah. Seimbang. Seorang pemimpin yang dewasa akan hidup dalam suatu kehidupan yang seimbang. Menerima Diri Sendiri. Para pemimpin yang efektif mempunyai pandangan dan penilaian yang baik terhadap kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Memiliki Prinsip yang Kuat. Banyak pemimpin yang sungguh-sungguh melihat perusahaan sebagai suatu mahluk hidup yang harus dijaga dan dipelihara. Semua itu memang tidak salah.
Menambahi dari itu, menurut ku selama orang itu bisa menghadapi masalah dengan kepala dingin dengan tanpa harus banyak merugikan orang lain dengan penyeleseiannya, mampu memahami jalan pikiran orang lain dengan mau untuk berbagi, bisa bersikap dengan wajar dan apa adanya dalam bersosialisasi, serta bisa membuat orang lain tersenyum dengan ucapannya, dan tentu sadja bertanggungjawab yang paling penting. Itu sudah cukup dewasa. Semudah itu memang teorinya. Tinggal how to implementasinya sadja. Hmm…mungkin akan lebih baik kalo teknis nya aku tuliskan ya? hmm lagi…mungkin lain kali sadja. :P
Tak ada ubah nya manusia seperti binatang ketika pikiran di penuhi dengan nafsu dan ego diri. Membutakan satu sisi ada jalan menuju kedamaian. Tak usah dipertanyakan dan dicaci makikan hal yang begituan. Itu sudah kodrat alam nya wujud tak terlihat dari manusia. Hari dimana masa tanpa pesakitan aku percaya adalah tidak ada. Satu aroma dengan rasa yang tak berupa menjadi sisi bagian dari kadang hidup yang terlalu memuakkan. Dan lagi, belaian dari sebuah usapan dan hembusan kata menyentuh hati yang cuma sebutan sadja itu, memejam kan penatnya amarah jeritan dunia, yang pada akhirnya…tetap hanya lah sebuah tanah dan dosa. Salah satu kenikmatan dunia ketiga yang penuh hijau arti kehidupan.
Dewasa. Salah satu kata dalam kosakata bahasa Indonesia. Mules ku bayanginnya. Go with the flow kalo kebanyakan orang ben bisa keliatan di nilai dewasa. Enakan masih anak-anak, cuman maenan sadja yang di pikirkan. Tapi…kalo tentang dia, aku ingin menjadi yang lebih dewasa. :)