Memori otak sementara ku memang pemalas. Susah di ajak untuk mengenang hal yang sesaat. Akan ku post saja biar tidak lupa.
Sudah lama tidak menyentuh Zend Framework……..sejak setelah projekt tugas akhir selesei dahulu. Dan ternyata memang harus dibiasakan desain sistem, terlalu lama otak ku terlena dalam kenyamanan tanpa berfikir.
Coba versi terbaru, zf terasa sangat berbeda. Instal awal aku muali dengan menggunakan versi terbaru dari xampp. Downloaded and installed. Download versi zf terakhir di 1.10 saat ini. Versi minimal aku pilih. Extrax file zf yang sudah di download. Ambil folder Library yang berisi Zend, taruh di tempat xampp di install, aku buat folder baru dan ku taruh di …/htdocs/hellozend.
Tahap kedua, ini yang cukup jauh berbeda dari versi yang seblumnya. Zend_tool modules akan langsung digunakan. Modules ini memudahkan kebiasaan pembuatan struktur coding awal dari zf. Setelah ku coba memang cukup membantu. Di file extract tadi, masuk ke folder bin. Zend tool memiliki tiga file. Zf.bat dan zf.php digunakan di windows (ini aku pake sekarang), sedang zf.sh digunakan bagi pemakai unix. Penggunaannya, copi kedua file tersebut di folder root php.
Selanjutnya untuk mengetahui zend tool sudah berjalan dengan benar, buka aplikasi terminal/cmd dan masuk ke folder php. Jalankan perintah “zf show version”, misal jadinya akan seperti ini : D:\xampp\php>zf show version ; hasilnya “Zend Framework Version: 1.9.6″ ini berarti zend tool sudah berjalan benar.
Awal yang cukup bagus. Baiklah…lanjut codingnya
Hahaha…kayak e blum pas nulis e kalo belum sampe di tampilan Hello World. Sekarang lanjut membuat projekt awalnya. Zend tool memiliki beberapa perintah yang sangat usefull disini. Di terminal tadi ketikan perintah, zf create project. Enter dan akan muncul line selanjutnya yang meminta dibuat di folder mana. Disini aku melanjutkan dengan memasukkan path yang sudah dibuat tadi yakni hellozend /xampp/htdocs/hellozend. Sehingga nanti dapat diperhatikan, di dalam hellozend tadi akan tercipta folder-folder yang secara struktural sesuai dengan penggunaan dari zend framework 1.10.
Folder yang diperlukan sudah oke, masuk ke folder /hellozend/application/views/scripts/index/ dan ubah file index.phtml dengan kode berikut :
<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN”
“http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”>
<html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”>
<head><title>Hello World</title></head>
<body>
Hello, Aku sudah bisa Zend Framework an!
</body>
</html>
Simpan file. Bila ingin langsung mengarahkan localhost file ke projekt zend ini ada beberapa konfigurasi yang bisa dilakukan. Buka file di apache root directory, apache/conf/httpd.conf. Ubah DocumentRoot “D:/xampp/htdocs” menjadi DocumentRoot “D:/xampp/htdocs/hellozend/public” dan ubah ini “Directory “D:/xampp/htdocs”" menjadi Directory “D:/xampp/htdocs/hellozend/public”. Setelah disimpan, restart aplikasi apache. Nah ketika mengetik di browser http://localhost/ , maka akan tertampil halaman dengan tulisan Hello, Aku sudah bisa Zend Framework an!.
Bila konfigurasi htpd.conf dirasa cukup memusingkan, tanpa mengubah konfigurasi apache tadi dengan mengakses http://localhost/hellozend/public/ pun akan menampilkan hal yang sama.
Yak, setup zend framework awal sudah selesai. Lanjut lagi
