Posted on Wednesday, June 18th, 2008 at 2:38 am
Ahh…setelah ingin dari kemarin, akhirnya aku menulis lagi. The past is new merupakan tema dari event Festival Kesenian Yogyakarta 2008. Ewm…entah mungkin sebuah kebetulan atau tidak, tapi tema tersebut menjadi tema dari aku untuk waktu ini. Seperti sebuah film yang mempunyai lagu soundtrack. Sudah dua kali aku pergi ke fky itu. Tapi masih ada yang belum kesampaian. Aku ingin menonton film yang di putar di situ, terutama yang berjudul 3 hari untuk selamanya, penasaran sadja.
Pertama aku kesana kebetulan saat pembukaan. Agak sedikit terlambat, aku lihat seorang tua memainkan gendang dengan nyanyian berbahasa campur jawa-indonesia, sepertinya ku dulu pernah melihat. Jimbe Merdeka nama nya. Di meriahkan oleh sri redjeki juga, sungguh menghibur bagi penonton yang melihat aksi mereka yang pertama. Oh iya…aku kesana sebenarnya bukan karena tujuan, tapi sedang ingin jalan sadja. Berbekal Sebuah burger dan satu kaleng bintang zero, beli di minimarket deket kos nya abenk, setelah aku mengantarnya.
Yang kedua kali aku pergi mengajak raun. Rencana masih seperti semula, aku pengen nonton. Tapi dikarenakan satu dan lain hal, kami terlambat. Gagal deh nonton nya. Muter-muter bentar melihat stand-stand yang memajang benda-benda unik. Aku dan dia beranjak yang entah kemudian, kami bisa terdampar di festifal komputer indonesia 2008, tepat nya di JEC. Lumayan…jajan-jajan barang perlengkapan komputer sehari-hari, mumpung pas aku lagu butuh :p

Masa lalu adalah selalu baru. Terhentak dalam otak aku ketika mba’ mc fky meneriakkannya. Hari-hari terakhir ku ini, di penuhi oleh banyak kenangan masa lalu. Yang memang terasa baru seketika aku menjalaninya lagi, bukan sekedar hanya mengenangnya. Ada sedikit memori pahit untuk di rasa, namun masa lalu yang indah memang tetap selamanya akan menjadi sebuah manis senyuman :)
Tags: fky 2008
Posted in alivetrough., yogyakarta. |
Posted on Thursday, January 17th, 2008 at 8:21 pm
Iseng google dengan key djogdja tempo doeloe. Tujuannya mencari poto-poto klasik tempo dulu kota jogja. Menarik sekali ketika menemukan situs ini. Terlihat sederhana tampilannya dengan gambar oranye kecoklat-coklatan dan gambar wayang sebagai head backgroundnya.
Beragam info tentang kota Jogja banyak ditampilkan di sini. Bahkan sampai waktu jaman dahulu sekali. Mirip dengan tujuan aku membuat kategori Yogyakarta di samping. Aku ingin lebih banyak orang mengenal kota kelahiranku ini, walaupun ku juga kurang mengenalnya juga..
TeMBi memiliki visi “Memfasilitasi tumbuhnya koeksistensi inklusif dari berbagai lokalitas” dan misi Sebagai langkah nyata dari visi, yakni: 1. Melakukan pendokumentasian 2. Memberi ruang seluas-luasnya bagi berbagai ekspresi budaya yang memunculkan kreasi baru. Terlihat tidak terlalu inividu buat aku dan sepertinya tujuannya bagus juga. Maju terus buat seniman Indonesia…!!
Situs ini menampilkan Djogdja tempoe doeloe, dari Malioboro puluhan tahun yang lalu sampai kerajaan kraton Yogyakarta, Yogya masa kini dari museum yang ada sampai berita menarik terbaru dari kota Djogdja. Profil tentang dirinya pastinya ada. Tak ketinggalan juga, TeMBi menampilkan serba-serbi adat jawa, dari bothekan sampai primbon perhitungan cari jodoh ala kalender jawa.
Untuk yang lebih ingin mengetahui tentang kota gudeg ini, situs ini adalah salah satu referensi yang unik. Hm…ku pasang ahh banner nya di samping…

Posted in yogyakarta. |
Posted on Friday, November 2nd, 2007 at 3:47 pm

Kota Yogyakarta (kotamadya, nama lain: Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) adalah sebuah kota besar di Indonesia.
Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa revolusi. Selain itu kota ini adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Pangeran Pakualam.
Makanan khas kota ini adalah gudeg.
Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Jogja merupakan kota yang diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki oleh pemerintah adalah Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Yogyakarta pernah menjadi pusat kerajaan Mataram antara 1575-1640. Sampai sekarang Kraton (Istana) masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya.
Selain warisan budaya, Yogyakarta memiliki panorama alam yang indah. Hamparan sawah nan hijau menyelimuti daerah pinggiran dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja. Masyarakat di sini hidup dalam damai dan memiliki keramahan yang khas. Atmosfir seni begitu terasa di Yogyakarta. Malioboro, yang merupakan urat nadi Yogyakarta, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.
Transportasi ke Yogyakarta dapat menggunakan kereta api dari Jakarta, Bandung atau Surabaya. Ada pula kereta api komuter cepat dengan Surakarta yang bernama Pramek. Selain itu bisa juga dengan menggunakan bis yang hampir tersedia dari semua kota di Pulau Jawa serta dengan pesawat terbang.
Taken From.
Posted in yogyakarta. |