my sweet home kirimi aku surat! mari saling bersindikasi

Poenya Aku M3

Tak tersadar sudah terlewat beberapa tahun semenjak perdana im3 ku gunakan. Dari sekitar tahun 2004 pas ku masih SMA kelas 3, hmm…sudah sekitar 4 tahunan sepertinya. Ewh…waktu yang tidak sebentar, cukup bangga juga aku setia pada no ini :))

Dahulu memang hampir tak jauh beda persaingan operator-operator seluler di indonesia tentang masalah tarif dengan sekarang. Dari yang nelpon murah sampe sms buanyak gratisannya. Tapi memang selain dahulu yang im3 pas jaman-jamannya murah banget buat sms dari pada yang lain, ku pilih im3 emang karena…… hmmm..memang karena sms nya yang murah ding :)) Maklum…dahulu masih anak sekolah mau nya yang ngirit biar pun duit jajan tetep sadja terkuras buat beli pulsa. Masih dengan tarif Rp. 100/sms dahulu.

Dari awal sampai sekarang, blum ada yang bisa membuyarkan niat ku buat meninggalkan im3 ku ini. Kecuali satu, pas dulu suatu ketika da acara di RBTV, tivi lokal Jogja. Tersebutlah di situw suatu talkshow terbuka pada suatu lapangan. Tidak ku tahu acara apaan itu, karena memang saat itu aku sedang memencet-pencet tombol channel tipi yang pas kebetulan remote tipi ku matot lobat. Dengan dua mc dan 1 narator, acara tersebut di bawakan dengan bahasa campuran Indonesia dan Jawa Jogja. Aku tertarik pada acara tersebut karena yang diangkat pokok pembicaraan adalah tentang Indosat. Dengan bla..bla..dan bla… acara tersebut dengan sangat terlihat sekali mengajak para warga negara Indonesia pengguna Indosat melakukan strategy yang dulu pernah dilakukan oleh pemerintahan Jepang. Yakni strategi tidak melakukan penggunaan produk musuh (Indosat), ada isilahnya dalam pelajaran ekonomi, apalah gituh namanya, exact’ers je. Kenapa bisa seperti itu? Alasannya cukup masuk akal. Karena satelite yang digunakan oleh Indosat sama atau istilah gaul nya nebengan, dengan sateliite yang digunakan oleh pemerintahaan Indonesia dalam melakukan pengawasan dari segi pengawasan maupun keamanan. Bahkan satelite tersebut yang digunakan pemerintah Indonesia untuk melakukan pembicaraan komunikasi secara rahasia. CMIIW. Awamnya sadja sudah bisa diterka, lha gimana kalau pembicaraan tingkat tinggi super klasiified pemerintah di bajak sama Indosat ??? Think logically, there is no perfect security as long mankind made it. Itu beneran ga sih ???

Tapi namanya juga tipe orang setia, kalo sudah jatuh cinta ya mo bagaimana lagi. Faktor phonebook yang sudah dikenal oleh teman-teman sampe relasi-relasi. Itungan dahulu penggunaan bandwith dengan im3 paling murah, bahkan pernah no ku ini mo dibeli teman saat dahulu im3 pernah kebocoran buat ngenet sampe ngencezz ileran, and yup…tidak sampai ku korbankan no ku ini untuk begituan :). Sampe dari beberapa kali ku kehilangan perdana kartu ini bcoz hape nya nyangkut ilang juga kena di maling ToT. And sapa lagi pengguna im3 yang mo ganti ke nomer lain setelah tahu, gila-gilaan…nelp bisa murah bangetz. Dari dahulu yang ribu-ribuan per menit, sekarang djadi Rp.240 / sepuaasss e LoL.

m3 poenya kae

Sengaja tidak sengaja sepertinya ku malah nge-iklan, promosiii. Gapapa lah, itung-itung aku cari nambah pren yang make im3 :D. Houuyyy…Indosat…where is my feedback, i ads you on my page… =)). Hayoo…yang mau pindah ke im3, nti kita smsan ma nelp murah-murahan, ketauan ga punya ce es an nya…ToT. Kesimpulan : sepertinya aku bakal bisa terus-terusan make perdana im3, kecuali kalau indosatnya bangkrut… :)) Poenya Aku M3 :D

Lagi, Tentang Kedewasaan.

kaewise

Sudah menjadi rahasia umum, umur bukan lah satu faktor utama untuk mengukur kedewasaan seseorang. Dari semua perasaan, yang satu ini memang paling langka di punyai oleh manusia. Bayangkan, belum genap umur pernikahan selama satu bulan, sudah bertengkar sampe pisah ranjang. Padahal di liat dari usia, mereka suda tergolong manusia matang. “Ga pa pa lah aku curhat, itung-itung pengalaman buat kamu ya tio”, yang wanita berkata.

Ada yang bilang di situ, ciri kedewasaan itu : Menghargai Orang Lain. Seorang pimpinan yang baik harus bekerja bersama dengan orang lain. Sabar. Pemimpin yang dewasa dapat belajar menerima kenyataan bahwa untuk beberapa permasalahan memang tidak ada penyelesaian atau pemecahan yang mudah. Penuh Daya Tahan. Semua mahluk hidup pasti pernah mengalami sakit, kesulitan dan kekecewaan. Sanggup Mengambil Keputusan. Orang yang dewasa, disamping kesabaran dan ketabahannya untuk mencari pemecahan masalah, juga harus mampu untuk mengambil suatu keputusan, walaupun hanya menggunakan data atau informasi yang sangat minim, kurang lengkap atau masih kabur. Menyenangi Pekerjaan. Seseorang yang memiliki emosi yang sehat atau memiliki kepribadian dewasa akan mengetahui bagaimana menikmati pekerjaannya. Menerima Tanggung Jawab. Orang yang tidak dewasa akan mengeluh dan menyesal tentang kegagalan yang mereka alami. Mereka akan merasa bahwa kegagalan yang mereka alami merupakan kesalahan orang lain dan nasib baik sedang menjauhi mereka. Percaya Pada Diri Sendiri. Seorang pimpinan yang dewasa akan menyambut baik partisipasi orang lain, walaupun menyangkut pengambilan keputusan yang sulit. Memiliki Rasa Humor. Tertawa adalah sehat. Orang yang dewasa atau matang setuju dengan ucapan itu. Memiliki Kepribadian yang Utuh. Orang yang dewasa, bukanlah orang yang membuang-buang dan menyia-nyiakan energinya dengan memakai dan menggerakkan seluruh energinya ke berbagai arah yang tidak menentu, bahkan sering bertentangan arah. Seimbang. Seorang pemimpin yang dewasa akan hidup dalam suatu kehidupan yang seimbang. Menerima Diri Sendiri. Para pemimpin yang efektif mempunyai pandangan dan penilaian yang baik terhadap kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Memiliki Prinsip yang Kuat. Banyak pemimpin yang sungguh-sungguh melihat perusahaan sebagai suatu mahluk hidup yang harus dijaga dan dipelihara. Semua itu memang tidak salah.

Menambahi dari itu, menurut ku selama orang itu bisa menghadapi masalah dengan kepala dingin dengan tanpa harus banyak merugikan orang lain dengan penyeleseiannya, mampu memahami jalan pikiran orang lain dengan mau untuk berbagi, bisa bersikap dengan wajar dan apa adanya dalam bersosialisasi, serta bisa membuat orang lain tersenyum dengan ucapannya, dan tentu sadja bertanggungjawab yang paling penting. Itu sudah cukup dewasa. Semudah itu memang teorinya. Tinggal how to implementasinya sadja. Hmm…mungkin akan lebih baik kalo teknis nya aku tuliskan ya? hmm lagi…mungkin lain kali sadja. :P

Tak ada ubah nya manusia seperti binatang ketika pikiran di penuhi dengan nafsu dan ego diri. Membutakan satu sisi ada jalan menuju kedamaian. Tak usah dipertanyakan dan dicaci makikan hal yang begituan. Itu sudah kodrat alam nya wujud tak terlihat dari manusia. Hari dimana masa tanpa pesakitan aku percaya adalah tidak ada. Satu aroma dengan rasa yang tak berupa menjadi sisi bagian dari kadang hidup yang terlalu memuakkan. Dan lagi, belaian dari sebuah usapan dan hembusan kata menyentuh hati yang cuma sebutan sadja itu, memejam kan penatnya amarah jeritan dunia, yang pada akhirnya…tetap hanya lah sebuah tanah dan dosa. Salah satu kenikmatan dunia ketiga yang penuh hijau arti kehidupan.

Dewasa. Salah satu kata dalam kosakata bahasa Indonesia. Mules ku bayanginnya. Go with the flow kalo kebanyakan orang ben bisa keliatan di nilai dewasa. Enakan masih anak-anak, cuman maenan sadja yang di pikirkan. Tapi…kalo tentang dia, aku ingin menjadi yang lebih dewasa. :)

The Very One I Love.

April 4 is the 94th day of the year. There are 271 days remaining until the end of the year. There is a woman borns at that day. I am not too recoqnizes her. All which I know only that she is the one who accompanies me from the day i was born until now. With a strong heart, a great will, a heartfelt affection, a sense to protect, and so much love for me :D. She is a beautiful lady. Happy birthday mom.

Bloggers Unjuk Dialog

kaeVsRoySkaeVsRoySkaeVsRoySkaeVsRoyS

Ayat-Ayat Cinta

kae aac

Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah. Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya. Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah

Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja. Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak. Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya

Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini?

Seperti itu lah sinopsis dari 21. Nonton di baris kedua dari depan, ternyata mantap juga. Sejauh mata memandang, hanya secreen yang terliat, malah seperti nongkrongin layar tancep sadja. Teater 1 di 21 amplaz memang lumayan juga soundnya. Walaupun kemaren sempat ada sedetik dua detik suara dari pilm seperti terputus.

Aku belum baca buku nya. Sudah tidak tertarik dengan hal seperti itu. Maka nya penasaran ingin menyaksikan pilm nya sadja. Mungkin aku mengharapkan sesuatu yang lebih dari pilm ini. Sesuatu yang seperti di kesan kan oleh teman-teman ku yang suda baca, bahwa ayat-ayat cinta sangat menawan. Tapi ternyata ku biasa sadja. Harus baca bukunya kali ya. Eh…bener ga, surat buat fahri dari noura itu di potong ya kata-katanya..kok sepertinya pendek banget gituh…

Masih seputar cerita percintaan. Hidup seorang mahasiswa teladan yang tiba-tiba kaya, taaruf dengan gadis dari keluarga kaya. Cinta di tolak fitnah bertindak. Patah hati mendalam karena di tinggal menikah sebelum pengungkapan. Ketegaran seorang wanita demi menyelamatkan hidup sang suami. Pengorbanan perasaan secara sengaja dengan memberikan dan membiarkan seseorang yang di cinta menjalin kasih dengan wanita lain.

Salah satu lagi cerita tentang Cinta. Ada adegan yang membuat ku tersenyum, merinding dan membuat ku terpukau pada pilm ini. Wajah manis maria ketika bercerita dengan semangat kepada fahri,yang juga sedang memperhatikan sebuah tanda gambar cross pada tangan kiri maria, tentang bahwa dia sangat menyukai isi dari Al-Quran dan menghapalnya, padahal dia bukan seorang muslimah. Ketika fahri di penjara dan seorang napi memakinya dengan kata-kata Tuhan sedang berbicara pada nya dengan ujian yang harus dia terima dengan ihklas (sumpah, ku merinding melihat napi itu berteriak dengan menyebut nama Tuhan ku, ~,~). Dan yang ketiga, pada angle camera yang di arahkan dari atas, ketika mereka bertiga sedang melakukan sholat, dengan maria pada posisi tertidur mengenakan jilbab, dia saat itu menjadi muslimah.

Film yang bagus untuk sedikit mengingatkan orang-orang yang lagi lupa dengan ajaran agama Islam. Dan ku baru liat, poligami ternyata seperti itu ya. Bikin adil istri satu sadja susah..apa lagi dua. Biar kenal ama pasangannya, maka nya pacaran dulu donk…hahaha

antuk

poll abot moto ne
sedilit-sedilit manggut ga sadar
telung detik sing merem
roso ne iso koyo wes telung jam

ora nyadar wes jam sewelas
browser ku isih kuwi2 wae isine

sesuk ono loro acara
pas bareng jam e
dolan plesiran
utawi lanjut e tanggunggan
wuadoh gusti
angel e ku arep milih

utak-utik python
panganan anyar
gampang2 susah

qt malah menggiurkan
its like so easy
tapi
yo embuh yoh

heh…boso jowo ne kok ganti
check..check…setunggal kaleh tigo…dicoba
…sound checked

tombo antuk paling mujarab kih turu
tapi nek isih pengen melek
kopi secangkir rong cangkir yoh gawe pengen

wes jan
dasar menungso
mau bar wae mangan
saiki wes ngeleh maneh
ngeleh mejo wae kih malahan

si bhe pm bar soko malem mingguan
jaluk diciprati bayar utangan e lukijo
tak unek ke
ciprati pejuh gelem po

huusss…saru

…ngelindur

zzz

Opera Mini 4

Revolusi ku dlm bersurfing via inet gprs cellphone.Tampilan yg d sediakan dpt d set spt pd layar monitor pc desktop.jadi keliatan da kursor mouse gerak2 gt.Spt pnh xl mngeluarkan kata…life in hand.Aplikasi java satu ini bnr2 mwujudkanny.Plng pjalanan dr Amplaz jogja yg tnyt da yovie n nuno lewat dpn kmi..pas kmi kluar dr lift,dgn APV d ksh sewa dr mas ryan yg just married,testing post mobile mnggunakan opera mini v.4 ku lakukan.

struggle and rpg

kae ro stat

aku mengerti tiap manusia punya perasaan berbeda. dan memang pada kenyataannya semua memiliki porsi emosi yang tidak sama. seperti status karakter pada permainan Real Player Game (RPG). apabila ada satu sisi bagian memiliki kualitas strenght tinggi, maka status berlawanan akan memiliki weakness tinggi pula.

semalam orang itu bercerita tentang Tuhan dan setan yang tak pernah dimatikan oleh Nya. membahas dunia yang penuh dengan ketidakadilan. aku diam sadja. karena itu tidak akan habis terbahas. lagipula…orang itu keras kepala.

aku sadar pengetahuan agama ku dangkal. tapi aku merasa sudah cukup untuk bekal ku berjalan. setidaknya masih ada kanan kiri ku buat bertanya kalo ku radha nyasar. jalan ku terang..hanya mata ku terusap yang terasa buram.

ada lagi tentang hidup. tentang pilihan akan tujuan. di tentukan oleh Nya, terus berjalan. dia ku berkata semua sudah di atur. suda ada GameMaster nya (GM) yang buat rules. ku bilang aku mampu buat rules. tinggal masalah mood GM nya sadja. dia bertanya aku siapa..semua rules telah di atur. dia ku meyuruh ku melihat dengan kedua mata.

aku manusia…mahkluk paling menakjubkan ciptaan Tuhan.

aku senang. aku terbalik dari dia ku. selalu sadja ada kata untuk melawan. tapi punya satu tujuan yang tidak beda. ternyata..dia juga lebih suka menjadi swordman :D

Padi Sesuatu Yang Tertunda

sesuatu yang tertunda

Saat suatu lagu mencerminkan kehidupan sendiri. Pasti terasa menyenangkan. Mungkin aneh juga. Tiba-tiba lagu itu menjadi soundtrack untuk diri sendiri. Merasa penasaran setelah menyukai album pertama Lain Dunia. Aku beli album ini dalam bentuk kaset, dulu (lupa kapan).

Tak mengecewakan. Lagu album ini benar-benar keren. Bukan hanya karena musiknya yang easy listening tapi rock to jump juga, tapi memang lirik-liriknya yang mengena pada ku. Nih yang bener sapa ya..aku yang senasib ama piyu..atau piyu yang mengalami nasib sama dengan ku.

Damn…this band really awsome. So much me on it. This lyrics are already on their site. But i’m still want to post on mine. Listen the song, feel the lyrics, this second Album from Padi band are deep down into my heart.

Bayangkanlah

Bayangkanlah bila aku tak lagi menjadi kekasihmu
Bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar
Bayangkanlah bila aku terpisah jauh darimu
Bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi menyinari dunia…

Dengarlah duhai kekasih hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat hadapilah semua yang akan terjadi…

Bayangkanlah bila aku tak setia lagi kepadamu
Bayangkanlah bila mata tak mampu lagi memandang
Bayangkanlah bila aku terpikat hati yang lainnya
Bayangkanlah bila cinta tak mampu lagi mendamaikan dunia…

Duhai Tuhan…Kuserahkan hidupku…

Sesuatu Yang Indah

Kekasihku…aku telah mengenalmu sekian lama
Sepatutnya aku bisa mencintaimu sepenuh hati
Kuharapkan engkau dan aku saling mengerti bukan menyakiti
Tak perlu lagi ada pertengkaran…

Kini aku temukan telah aku dapatkan
Jauh sudah tersimpan sesuatu yang indah dari dirimu
Semoga aku bisa mungkinpun aku mampu
Untuk dapat memberikan tulus hatiku (membahagiakan hatimu)

Kekasihku betapa aku tak pernah dapat…
Membuaimu..dengan kata-kata cinta yang mungkin bisa menyejukkanmu
Sungguh aku masih ingin terus mencari dalam jiwamu
Rasa ini ingin ku akui

Kekasihku…maafkan aku jika tak mampu membahagiakanmu
Dengan rasa cinta…

Uhh…uhh…

Semua Tak Sama
Dalam benakku lama tertanam
Sejuta bayangan dirimu…
Redup terasa cahaya hati…
Mengingat apa yang telah kau berikan…
Waktu berjalan lambat mengiring Dalam titian takdir hidupku
Cukup sudah aku tertahan Dalam persimpangan masa silamku…

Coba tuk melawan…getir yang terus kukecap…
Meresap ke dalam relung sukmaku…
Coba tuk singkirkan…aroma nafas tubuhmu…
Mengalir mengisi laju darahku…

Semua tak sama…tak pernah sama
Apa yang kusentuh…apa yang kukecup…
Sehangat pelukmu, selembut belaimu
Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu…
Apalah arti hidupku ini memapahku dalam ketiadaan
Sgalanya luruh lemah tak bertumpu hanya bersandar pada dirimu…
Ku tak bisa (sungguh) tak bisa
Mengganti dirimu dengan dirinya…

Sampai kapan kau terus bertahan
Sampai kapan kau tetap tenggelam
Sampai kapan kau mesti terlepas
Buka mata dan hatimu, relakan semua…

Kemana Angin Berhembus

Kemanapun angin berhembus menuntun langkahku
Memahat takdir hidupku di sini
Masih tertinggal wangi yang sempat engkau titipkan
Mengharumi kisah hidupku ini…

Meski ku terbang jauh melintasi sang waktu
Kemanapun angin berhembus
Aku pasti akan kembali

Kulukiskan indah wajahmu di hamparan awan
Biar tak jemu kupandangi selalu
Kubiarkan semua cintamu membius jiwaku
Yang memaksaku merindukan dirimu

Meski langit memikatku dengan sejuta senyum
Aku takkan tergoyahkan
Aku pasti akan kembali

Lain Dunia

Kurasakan kuterlena di putihnya nuansa
Yang terlukis dalam pesona diri
Sisi batinku…sisi batinmu terpendam di laurnya
Tak ada tegur sapa antara kita

Media dunia membawa terbang tawa ceria
Teruraikan nada rasa…
Terpendam dalam jiwa…

Hu…hu…hu… menarilah biar sejenak
Hu…hu…hu…warnailah duniaku

Bentangan jarak melintas khayal
Menggairahkan arti hidupku
Walau hatiku hatimu takakan bertemu
Betapa mungkin dekat dirimu atau kukenali
Biarkan semua wajar adanya

Media dunia membawa terbang tawa ceria
Teruraikan nada rasa…
Terpendam dalam jiwa…

Hu…hu…hu…menarilah biar sejenak
Hu…hu…hu…warnailah duniaku
Hu…hu…hu…bernyanyilah bahagiakan hati

Betapa mungkin dekat dirimu atau kukenali
Biarkan semua wajar adanya

Perjalanan Ini

Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
Dari tempatku bersandar seiring lantun kereta
Membawa diriku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Takakan kulepaskan dekapku…karena kutahu pasti aku
Merindukanmu seumur hidupku…selama-lamanya…

Perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
S’kali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
Meretaskan setiaku…menafikan engkau disana
Maafkan aku…
Cepatku kembali…

Kutautkan hatiku….
Kuikrarkan janji…
Kubawa pulang diriku hanya untukmu
Kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam
Rindu ini membakar hatiku
Kuakan kembali pulang…kuakan kembali pulang…
Na…na…na…
Aku ingin cepat kembali…aku ingin cepat di sampingmu…

Seandainya Bisa Memilih

Dari jauh lubuk hatiku
jiwaku resah mencari tahu
Apa yang sedang kurasakan kini
Terguncang aku mengingat engkau

Seandainya aku masih bisa memilih
Akan kupilih engkau menjadi kekasih sejatiku
Betapa semua harapan hanya untukmu
Akan kupahat namamu dalam pusara hatiku…

Kaulah rahasia terbesar hidupku
Yang takkan mungkin aku ungkapkan
Kusimpan erat perasaanku
Meski ajal menantiku

Angkuh

Aku adalah seorang yang keras hati
Yang tak pernah merasakan kelembutan hati
Hingga di sini di penantian terakhir…
Kuberjumpa dengan engkau terpikat aku jadinya

Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh…oh
Engkaulah embun pagi yang membasahi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku…

Lama sudah aku sendiri di tuntun langkah-langkah kaki
Mencoba menentang kerasnya hantaman hidup
Aku akui aku tak mampu menahan semua
Meruntuhkan kerasnya angkuhnya dinding hatiku…

Engkaulah sang pelangi yang mewarnai langit
Dan akan memayungi gelisah hatiku oh…oh
Engkaulah angin malam yang menebarkan wangi
Dan akan mengharumi hari-hari bahagiaku…

Lingkaran

Saat kuterjebak dalam lingkaran…
Bayangan gelap menuang tak bertepi, tak berujung batas
Membuat aku tak kuasa ingin menentang…
Jauh kini kusadari hidupku sungguh…
Bersama engkau sungguh berarti
Terasah godaan hidup…namun kau masih disisiku
Temani segala resah hatiku…

Sekiranya aku bisa mimpi indah…Aku tak akan tersesat jauh
Sekiranya aku mungkin terlepas meski beranjak pergi meninggalkan engkau…sendiri…

Sepatutnya aku telah terjatuh…Kini aku jauh lebih mengerti
Tak pernah aku merasa…betapa naifnya aku
Apa yang harus aku tinggalkan…aku lupakan…

Kasih Tak Sampai

Indah…Terasa indah
Bila kita terbuai dalam alunan cinta
Sedapat mungkin terciptakan rasa
Keinginan saling memiliki

Namun bila itu semua
Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta
Tak semudah seperti yang terbayang
Menyatukan perasaan kita

Tetaplah menjadi bintang di langit
Agar cinta kita akan abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita berdua…Berdua…
Sudah terlambat sudah
Kini semua harus berakhir
Mungkin inilah jalan yang terbaik
Dan kita mesti relakan kenyataan ini

Menjadi saksi kita berdua…

aku penat

Tak ubah bagai aliran angin
semilir mengusik

arti hadir membuat gelisah
kehilangan adalah salah

juga kah dia berada
ketika wujud telah terlihat

salah ku akan angkuh ku
pikiran ku asa ku

senyum semerbak bunga
wangi hati memancar

cinta apakah itu
itu bukan maksud

kembali ceria merasa
langkah kaki terasa tepat

hidup ku mengukir jiwanya
dia sekarang sekarat

bahkan batu tak bergerak
diam pada sesuatu yang dalam

hari itu aku mengerti
dia sudah dewasa

ahh…sudahlah
aku terombak mencari karang

aku ingin menangis
nadi ku tersisik

usap kan kain merah
dan dia berteriak

malam menanti datangnya mentari
mendung datang hujan tak berjauhan

pagi ini embun manis
aku merasakan lagi

io

« Previous entries · Next entries »